INHIL – Komitmen pelestarian budaya Melayu ditunjukkan jajaran Polsek Kateman dengan mewajibkan seluruh personel mengenakan tanjak dan selempang setiap hari Jumat. Kebijakan ini resmi diluncurkan dalam apel pagi yang dipimpin Kapolsek Kateman, Kompol Bachtiar, S.H., M.H, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), Datuk Zainudin. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, sebagai bentuk penguatan identitas kultural di lingkungan kepolisian.
Kompol Bachtiar menegaskan, penggunaan tanjak dan selempang bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol nilai dan tanggung jawab yang melekat pada setiap anggota Polri.
“Prinsip melindungi tuah, menjaga marwah, bahkan semangat Takkan Melayu hilang di bumi menemukan bentuk konkret melalui penggunaan simbol ini. Implementasinya diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam khazanah Melayu, tanjak merupakan simbol pertimbangan dan kebijaksanaan seorang laki-laki Melayu dalam bertindak. Mereka yang mengenakannya dituntut menjaga integritas pribadi serta tanggung jawab sosial.
Sementara itu, selempang melambangkan amanah yang dipikul. Posisi yang melintang di dada mengandung pesan bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan sebagai bentuk kesadaran moral dalam menerima tanggung jawab.
“Tanjak ini bukan hanya atribut kebudayaan semata, tetapi mahkota kebanggaan dalam melaksanakan tugas di Tanah Melayu. Tanjak dan selempang adalah representasi bahwa polisi bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga penjaga peradaban, budaya, dan kearifan lokal,” tegasnya.
Ketua Harian LAM Riau, Datuk Zainudin, mengapresiasi langkah Polda Riau yang dinilai sebagai institusi vertikal pertama yang secara nyata mengimplementasikan nilai budaya Melayu dalam lingkungan kerja.
“Ini merupakan langkah konkret dalam menggali dan mengangkat kebanggaan Riau. Pemasangan tanjak dan selempang setiap hari Jumat menjadi bukti nyata kepolisian hadir mendukung dan melestarikan budaya Melayu,” tutupnya.**

